Kawasan situs Wasan yang berada di antara Sungai Petanu dan Sungai Wos, dengan tiga pura dalam satu lanskap budaya.
Pura Candi Wasan\n\nSecara administratif, situs Wasan berada di Dusun Sakah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Terletak di antara dua sungai yakni Sungai Petanu di sebelah Timur dan sungai Wos di sebelah Barat. Terdapat tiga Pura yang termasuk dalam situs Wasan. Ketiga Pura itu yakni Pura Puseh Wasan, Pura Ulun Suwi dan Pura Kawitan Puseh Wasan Watunginte. Pamangku yang bertugas di Pura Puseh Wasan adalah Jero Mangku I Wayan Lasia Siaja. Pura ini diberi nama Pura Puseh Wasan karena letaknya berada di ‘pusat’ subak Wasan. Kata puseh memang berarti pusat, sama dengan puser. Sedangkan kata wasan belum jelas berasal dari kata apa. Namun ada beberapa kata yang kemungkinan dekat hubungannya dekat kata wasan. Kata-kata itu antara lain ialah kata waśa, baśa, wasā, basah, dan basahan. Penjelasan dari masing-masing kata ini adalah sebagai berikut.\nKata waśa sama dengan baśa. Kedua kata ini berasal dari bahasa Sanskerta yang kemudian diserap ke dalam bahasa Jawa Kuna. Terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia adalah kekuasaan, kekuatan, pemerintahan. Sayangnya kata ini tidak ditemukan dalam bentuk waśan atau baśan jadi apa hubungannya dengan kata wasan sama sekali belum jelas. Lebih- lebih karena di dalam ejaannya sendiri, sebagaimana ditemukan dalam prasasti Tojan-Pagan- Pamecutan A, wasan ditulis bukan dengan huruf ‘ś’ (sasaga dalam aksara Bali) tetapi ‘s’ (sa danti dalam aksara Bali) sehingga kemungkinan bahwa wasan berasal dari kata waśa atau baśa belum terlihat masuk akal.